Update Info

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 
waduh, maaf ya semuanya saya gak update lagi. Kehidupan dunia nyata sata menuntut kesibukan, ini juga lagi ulangan. Oke saya mau kasih kabar aja sedikit tentang blog ini.


Pertama, saya bikin blog ini untuk mengikuti lomba dan di tumbangkan dalam 100 besar.
(wajar aja saya KATEGORI PELAJAR, kok DI MASUKKAN dalam KATEGORI UMUM yang lawannya ANAK KULIAHAN/UDAH KERJA)
entah mengapa itu bisa terjadi, saya sudah protes melalui email tapi tidak di gubris. ya sudahlah, semoga K** tahun depan KUALITASNYA BISA DITINGKATKAN!


Kedua, Saya bikin Blog baru untuk memisahkan koleksi anime dengan pelajaran. Kayaknya kurang cocok kalo di campur jadi 1 blog. (bisa klik di menu anime)


Ketiga, untuk blog ini Insyaallah saya lanjutkan membagi ilmunya yang semoga bisa bermanfaat.


OK, sekian dan terimakasih....
wassalamu'alaikum wr. wb.

Teknik Dasar Gravimetri : Pengarangan & Pengabuan

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

TEKNIK GRAVIMETRI


Teknik Pengarangan & Pengabuan
1. Setelah bebas ion pengotor, masukkan corong + kertas saring tersebut kedalam oven sampai hampir sering.
2. Kemudian, angkat kertas saring, lipat dan masukkan kedalam cawan yang telah konstan. Pijarkan dengan pembakar Bunsen atau dengan cara pengarangkan diatas api spirtus dengan posisi miring dan tutupnya terbuka sedikit hingga seluruhnya berwarna hitam yang kemudian dilanjutkan pengabuan dalam tanur hingga menjadi abu dengan suhu sesuai prosedur.
3. Dan akhirnya konstankan cawan hingga mendaptkan seisih 0,0002.
Perhitungan
Faktor gravimetri:
Ar. Unsur
Mr. Senyawa

Kadar (%):
Berat abu setelah pemanasan x FG x 100%
Berat sampel awal

Teknik Dasar Gravimetri : Mencuci Endapan

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

TEKNIK GRAVIMETRI

Teknik Pencucian Endapan
1. Pencucian endapan dilakukan dengan dua cara, yaitu cara langsung dan tidak langsung.
2. Pada cara langsung, zat pencuci lansung di semprotkan pada kertas saring hingga bebas ion pengotor. Ini dikarenakan pengotor berada di permukaan endapan (kopresipitasi). Contohnya pada penetapan NI (II) dengan ion pengotor Cl- dengan larutan pencuci aquadest biasa dan Al (III) dengan ion pengotor SO4= dengan larutan pencuci NH4NO3 ataupun NH4Cl.
3. Pada cara tidak langsung, kita menggunakan metode dekantasi (mengenap tuangkan). Pencucian dilakukan di beaker glass. Bilasi seluruh dinding beaker, kemudian di enapkan dengan posisi miring mulut beaker menghadap ke kanan atas hingga endapan terenapkan maka, barulah kita tuangkan filtratnya ke dalam kertas saring. Lakukan terus-menerus hingga bebas ion pengotor. Cara ini dilakukan karena pengotor berada didalam endapan (posptpresipitasi). Maka endapan kita hancurkan dengan larutan pencuci, yang kemudaian kotoran akan keluar dan endapan pun akan mengendap kembali. Contohnya pada penetapan Fe (III), dengan ion pengotor Cl- yang dicuci dengan NH4NO3.
4. Test filtrat dengan larutan pembanding. Apabila warna larutan sama, maka ion pengotor telah hilang.

Teknik Dasar Gravimetri : Menyaring

 بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

TEKNIK GRAVIMETRI

Teknik Menyaring
1. Pada proses penyaringan, alat yang digunkan dapat berupa Kaca Masir ataupun Kertas Saring. Kaca masir digunakan apabila endapan akan panaskan pada suhu rendah yaitu 105-110ºC sedangkan kertas saring digunakan untuk suhu yang lebih tinggi.
2. Penyaringan menggunakan kaca masir. Bagian bawah kaca masir di lilitkan tissue, kemudian masukkan pada bagian atas labu isap (dapat diganti dengn erlenmeyer). Dengan adanya tissue dimaksudkan agar kondisi dalam labu/erlenmeyer vakum ditambah keadaan panas membuat penyaringan akan berjalan lebih cepat. Endapan dituangkan melalui dinding policeman ke dalam kaca masir sedikit demi sedikit hingga separuh dari tinggi kaca masir. Lakukan penyaringan terus-menerus hingga semua tersaringkan.
3. Penyaringan menggunakan Kertas saring. Siapkan corong pada tiang saring, letakkan di bawahnya beaker glass sebagai penampungan. Lipat kertas saring sesuai dengan cara yang baik dan benar. Sesuaikan kertas saring dengan diameter corong. Basahi dengan aquadest, hingga tidak ada lagi celah atau gelembung yang timbul. Kemudian tuangkan endapan kedalam keras saring.

Teknik Dasar Gravimetri : Mengendapkan

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

TEKNIK GRAVIMETRI

Teknik Mengendapkan
1. Pada poses pengendapan, sebelumnya sampel harus disesuaikan kondisinya terlebih dahulu sebelum ditambahkan zat pengendapnya. Seperti penambahan zat tertentu dapat berupa asam, padatan ataupun indikator dsb. Serta proses pemanasan apabila pengendapan harus dalam keadaan panas.
Contohnya :
- Pada pengendapan NI (II) ditambahkan HCl sebagai penambah suasana asam serta proses pemanasan. Karena NI mengendap dalam suasana asam dan keadaan panas. Apabila suasana larutan telah tercapai, maka barulah ditambahkan Dimetyl Giloksima 1% (DMG 1%) sebagai pengendapnya.
- Pada pengendapan Fe (III) ditambahkan HCl berfungsi sebagai penambah susana asam dan HNO3 berfungsi sebagai oksidator, karena Fe (III) diendapkan dari oksidasi Fe (II) dengan HNO3. Pengendapan dilakukan dalam keadaan panas karena endapan terbentuk sangat kecil (dalam fasa terdispersi). Endapan akan menggumpal apabila dalam suasana panas dan ada elektrolit, untuk itu ditambahkanlah NH4OH. NH4+ berfungsi sebagai elektrolit serta mencegah teradsorbsinya kation-kation lain dan OH- sebagai pengendap Fe (III).
- Pada penendapan AL (III) di tambahkan NH4Cl sebagai buffer untuk menjaga kondisi pH serta indikator MM ataupun PP karena Al mulai mengendap pada pH 4 dan mengendap sempurna pada pH 6,5 - 7,5. Pengendapan dilakukan dalam keadaan panas, untuk mendapatkan endapan yang besar sehingga mudah untuk disaring.
2. Kemudian test kesempurnaan endapannya, apabila tidak terbentuk lagi maka sampel telah mengendap dengan sempurna.